Sunday, September 3, 2023

Teka teki bahasa Bali, Cacimpedan atau Cecimpedan basa Bali


Olih; I Wayan Kertayasa - https://babakanpole.blogspot.com/


Cacimpedan merupakan salah satu golongan sastra yang masuk pada kesusastraan Bali yang bisa dibilang sudah ada sejak lama. Bahkan memungkinkan cacimpedan atau sering disebut dalam pengucapannya cecimpedan ini sudah ada sejak awal keberadaan sastra kuno Bali. Hal ini dapat kita amati dari pola atau tata cara caceimpedan ini diaplikasikan dalam penutur Bahasa Bali.

Sebelum jauh, apa itu sebenarnya yang disebut sastra? Sastra tesebut merupakan sebuah karya seni yang diterapkan dalam sebuah prilaku bahasa oleh penuturnya. Kesusastraan tersebut secara rasional berarti keberadaan seni bahasa pada zaman penuturnya. Hal ini bisa kita temukan pada jenis atau pengelompokan satra itu sendiri, yang dimana pada Bahasa Bali dikelompokan secara garis besar pada kesusastraan Bali kuno dan Bali modern.

Pada penerapan dan klasifikasinya, untuk cacimpedan tersebut adalah salah satu bagian dari kesusastraan Bali kuno ynag disajikan dalam bentuk lisan. Hal ini sejalan dengan catatan sejarah perkembangan kesusastraan yang bisa kita temui dalam berbagai referensi atau sumber bacaan terkait dengan kesusastraan Bahasa Bali.

Pengertian cacimpedan tersebut secara umum telah diartikan sebagai sebuah teka-teki, yang dimana lawan bicara akan memikirkan jawaban atas pertanyaan yang mengandung teka-teki tersebut.

Secara kosa kata 'Cacimpedan / cecimpedan' berasal dari kata 'Cimped' yang bermakna tangkas, cepat, tepat dan lugas, kemudian dalam pengaplikasiannya dalam Bahasa Bali mendapat awalan 'Ca-' dan akhiran '-an', 'Ca-cimped-an' = cacimpedan dan dituturkan atau dibaca cecimpedan). Keberadaan awalan 'ca' ini sebenarnya banyak kita temui dalam kata-kata Bahasa Bali, yang dimana awalan 'ca' mampu mengubah makna kata menjadi sebuah tindakan atau prilaku yang majemuk atau lebih dari satu. Contoh awalan 'ca-' pada kata 'cacawisan / cecawisan' artinya jawaban-jawaban. Deminikan juga dengan salah satu karya satra “Cecangkriman” yang dimana arti sesungguhnya adalah bebagai lagu. Dalam konteksnya berbagai pupuh atau kumpulan pupuh.

Dengan demikian cacimpedan/ cecimpedan ini memiliki arti atau makna kumpulan dari tetak-teki yang dimana dalam aplikasi penuturnya dilakukan dengan saling meberikan pertanyaan. Dengan demikian akan terjadi sebuah intraksi berpikir untuk yang melakukannya, baik memikirkan jawaban dari teka-teki yang dilontarkan dan bahkan memikirkan pertanyaan yang berupa tetak-teki yang akan dilontarkan sebagi lawan bicaranya.

Cacimpedan/ cecimpedan ini memiliki arti sama dengan atau yang sering disebut dengan ‘Riddles’ yaitu pertanyaan atau pernyataan membingungkan yang memerlukan pemikiran kreatif untuk menemukan jawabannya. Cecimpeddan dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, meningkatkan daya ingat, dan memperkuat kemampuan logika.

Aturan bermain cacimpedan sangat sederhana, kita hanya perlu menanyakan sesuatu dengan memberi semacam petunjuk atau atau ciri-ciri akan suatu hal, lalu lawan bicara harus menebak apa jawaban dari pertanyaan khusus itu. Cacimpedan bisa membuat kita tertawa karena bertemakan humor. 

Dari perkembangan sampai sekarang cacimpedan ini bisa atau lebih cendrung masuk atau dikelompokan sebagai ‘Riddles tipe conondrum’ yang mana teka-teki yang bertumpuan pada permainan kata-kata. Biasanya jawaban dari cacimpedan, berupa kata yang bunyinya mirip dengan jawaban yang asli atau jawaban yang diplesetkan. Misalnya seperti, “Apa lipi gadang maroko?” Jawabannya adalah ubad legu ( Obat nyamuk bakar yang identik berbentuk melingkar dan berwarna hijau).

Seni Bahasa atau cacimpedan ini tentu mampu memberikan dampak yang sangat positif bagi mereka yang memainkan. Terutam bagi anak-anak atau anak didik tentu kan memiliki dampak yang sangat bagus untuk melatih kemampuan berpikir dan mengasah kecerdasan. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari memainkan cecimpedan ini adalah sebagai berikut;

1.     Keterampilan berpikir kritis

Cacimpedan  akan mengkondisikan anak-anak untuk menganalisis informasi, membuat deduksi logis, dan menyimpulkan hasil inferensi. Dengan melibatkan diri dalam menglogikakan kata-kata untuk menemukan jawaban, sehingga anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Mereka akan lebih efektif memecahkan berbagai konteks masalah.

2.     Kemampuan memecahkan masalah

Cacimpedan menyajikan masalah-masalah atau pertanyaan kompleks sehingga anak-anak perlu berpikir kreatif, dan berstrategi untuk menemukan jawaban sebagai solusi. Dengan memikirkan jawaban dari cacimpedan, maka anak-anak belajar untuk memecahkan masalah.

3.     Penalaran logis

Cacimpedan mengembangkan otak anak-anak untuk berpikir logis dan berurutan. Mereka belajar mengenali pola, membangun hubungan antara petunjuk-petunjuk, menerapkan penalaran deduktif, dan melakukan penalaran induktif untuk mendapatkan solusi tepat yang berupa jawaban.

4.     Melatih konsentrasi dan fokus

Menjawab cacimpedan memerlukan konsentrasi dan fokus. Anak-anak perlu memperhatikan detail, melacak informasi, dan menghindari gangguan agar dapat menjawab. Kemampuan berkonsentrasi dan tetap fokus pada anak-anak dapat meningkat jika mereka secara teratur berlatih.

5.     Meningkatan daya ingat

Cacimpedan melibatkan daya ingat dan kemampuan mengorganisir informasi. Dengan melatih ingatan mereka secara terstruktur, anak-anak dapat meningkatkan kemampuan mereka menyimpan dan mengingat informasi.

6.     Melatih kesabaran dan meningkatkan ketekunan

Cacimpedan membutuhkan waktu dan usaha untuk menjawabnya. Dengan demikian, anak-anak akan belajar untuk sabar, tekun, dan gigih untuk mencapai tujuannya.

7.     Mampu membangun kepercayaan diri

Cacimpedan mampu membangun rasa percaya diri anak-anak. Dari satu keberhasilan ke keberhasilan menjawab berikutnya, anak-anak belajar jika mereka mampu memecahkan masalah. Dengan demikian, harga diri mereka bertambah, dan mampu menjadi motivasi untuk menghadapi tantangan baru.

8.     Terdapat keseruan dan keterlibatan

Cacimpedan memang dirancang agar menarik, menyenangkan, dan anak-anak sepenuhnya melibatkan diri. Tentu suatu keseruan dan keterlibatan akan memancing anak mengeluarkan seluruh kemampuannya dan mejadi daya Tarik anak-anak untuk mengasah kecerdasannya.

 

Contoh cacimpedan / cecimpedan

No

Cacimpedan

Cacawisan

1

Apa anak bongkok kereng nyuun?

Sendi

2

Apa done amun pedang buahne amun guungane?

Punyan jaka

3

Apa bale gede matampul abesik?

Pajeng

4

Apa cekuk baong, godot basang, pesu gending?

Rebab

5

Apa ane negen nongos ane kategen majalan?

Pancoran

6

Apa ane kajepes idup ane nyepes mati?

Pagehan 

7

Apa base alukun ulung seka bidang?

Pusuh biu

8

Apa don ne amun tlapak lima, buahne amun sigi?

Base

9

Apa di cerikne mapusung, di kelihne magambahan?

Padi

10

Apa awakne kulit, matane kulit, kupingne kulit, batisne kulit konyangan kulit?

Wayang kulit

11

Apa ke mirah asibuh?

Delima

12

Apa ulung masuryak? 

Danyuh

13

Ape ke anak cenik maid cacing?

Jaum misi benang

14

Apa cekuk kajengitin?

Caratan

15

Apa jangkrik ngecik di duur gununge?

Anak macukur

16

Apa anak cenik ngemu getih?

Klepon

17

Apa madaar acepok, wareg sai-sai?

Galeng

18

Apa anak cenik matapel?

Blauk

19

Apa anak satak maka satak matlusuk?

Iga

20

Apa anak satak maka satak maudeng putih?

Bungan ambengan

21

Apa anak cerik maid enceh?

Caratan

22

Apa anak cenik pantigang ngurek gumi?

Gangsing

23

Apa cekuk baonge godot basange pesu gending?

Rebab

24

Apa tambulilingan megantung?

Buah juwet

25

Apa ngamah uli basang pesu uli tundun?

Panyerutan

26

Apa don ne srining-srining buahne amun gon?

Punyan jempinis

27

Apa don ne amun tutup, buahne amun sirah?

Waluh

28

Apa don ne utusan, buahne aturan?

Punyan ental

29

Apa lipi gadang maroko?

Ubad legu

30

Apa ane tingalin paek, mare alih joh?

Gunung

31

Apa ke anak cerik ngaba jaum?

Kelipes

32

Apa ke anak bongkok memate liu ?

Kranjang

33

Apa ke mas mirah metanem?

Kunyit

34

Apa kesek – kesek menek tuun mesu didih?

Anak mesikat gigi

35

Apa suah dewa tusing dadi suahang?

Lipan

36

Apa menek bajang tuun tua ?

Manas

37

Apa masisik naga majempong ratu?

Gunung

38

Apa pagehan anake ngenah pagehan iragane tusing?

Gigi

39

Apa sorong jukung tarik bintang?

Mamula padi diuma

40

Apa siap putih maguwungan kere?

Buah Salak

41

Apa memene matujuang panakne nguber?

Bedil

42

Apa sampi abada seenan sing nyak amaha nanging batu amaha?

Kutu

43

Apa mulih mabaju gadang, pesu mabaju kuning ?

Biu masekeb

44

Apa ke bolak – balik empet ?

Talenan

45

Apa mare celepang leser, mare pesu yehne layu?

Anak naar tebu

46

Apa mare lekad maudeng?

Embung

47

Kempul apa tusing dadi getok ?

Tabuan

48

Apa anak lengar – lengar megantung ?

Wani

49

Apa ke lalipi ngalih lima ?

Jam tangan

50

Apa ke anak nembak bataran kenaina cunguhne?

Anak ngentut

51

Apa pacet asibuh?

Juuk muntis

52

Apa dicerikne dadi roang dikelihne dadi musuh?

Api, yeh, angin

53

Apa anak kerek-kerek ngoyong?

Anak mangikikihan

54

Apa ke anak endep kuat nyuun?

Jalikan

55

Apa ke ulung beten alihin maduur?

Tuduh

56

Ape ke yening pegatang tusing pegat-pegat?

Yeh / Toyo

57

Ape ke anak cerik macuguh liu?

Manas

58

Apa ke anak cenik ileh-ileh ngaba umah?

Bakicot

59

Apa anak cenik ngrobok alas?

Kutu

60

pa ke di ngudane kuning/putih diwayahe gadang?

Busung

61

Apa anak bongkok macapil?

Oong

62

Kempul apa tusing dadi getok?

Umah tabuan

63

Apa ke anak nembak bataran kenaina cunguhne?

Anak ngentut

64

Apa ke jenengne gilik muncukne barak, demenine teken anak luh?

Anci

65

Apa ke ane mewarna putih orahange daki, yening selem orahange kedas?

Papan tulis selem

66

Apa ke anak bongkok kereng ngurek tanah?

Gangsing

67

Ape ke di cerikne jegjeg dikelihne nguntul?

Padi

68

Apa ke yan ngedenang, nyonyone ngeliunang?

Punyan gedang

69

Apa ke anak majalan, nanging sing neked-neked ane aliha?

Jaum ejam

70

Apa ke ia mapayas nanging ia melalung?

Dokar

71

pa ke panumpangne abesik, supirne Liu?

Anak negen bade/ Ogoh-ogoh

72

Apa anak berag landung ngelah panak liu?

Jan

73

Apa ke alihin sukeh, mara bakat kutang?

Tapuk cunguh /Klubing

74

Apa mara celepang enduk, mara pesuang kekeh?

Ngoreng godoh

75

Apa ke muncukne beten, bongkolne baduur?

Jenggot

76

Apa disisine maukir ditengahne ngasumbe?

Buah paye nasak

77

Apa donne srining-srining buahne lengkong arit?

Asem, Tabya

0 comments:

Post a Comment